Meitha15's Blog

Just another WordPress.com weblog

Perubahan Iklim dan Kesehatan

Meta Seftiany

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Jurusan Ilmu Kelautan

Perubahan Iklim dan Kesehatan ?????

Perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia. Adapun definisi lain temtang perubahan iklim yaitu perubahan rata-rata salah satu atau lebih elemen cuaca pada suatu daerah tertentu. Perubahan iklim terjadi mungkin karena proses alam internal maupun ada kekuatan eksternal, atau ulah manusia yang terus menerus merubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan. Perubahan iklim sering dikaitkan dengan fenomena pemanasan global, padahal fenomena pemanasan global hanya merupakan bagian dari perubahan iklim, karena parameter iklim tidak hanya temperatur saja, melainkan ada parameter lain yang terkait seperti presipitasi, kondisi awan, angin, maupun radiasi matahari. Perubahan iklim merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dan memberikan dampak dari berbagai segi kehidupan, terutama dalam hal kesehatan manusia.

Isu dampak perubahan iklim (climate change) akhir-akhir ini terus bermunculan di berbagai media massa dan menjadi pembicaraan serius di masyarakat khususnya para pemerhati lingkungan. Bencana kekeringan, banjir, kelaparan, tanah longsor, dan mewabahnya penyakit yang terjadi di beberapa belahan dunia tak terkecuali di Indonesia menjadi tanda-tanda awal perubahan iklim yang harus segera diwaspadai.

Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan Manusia

Di Indonesia

Perubahan iklim menjadi tantangan yang sangat serius bagi kita semua terutama bagi masyarakat Indonesia. Dampak perubahan iklim sudah ada didepan mata kita, yaitu munculnya peningkatan suhu global, ketidak pastian musim, kekeringan yang berkepanjangan, permukaan es kutub utara yang semakin menipis dan kebakaran hutan yang terus berlangsung. Perubahan  iklim  yang  ekstrim sangat berhubungan  dengan  kematian dan  kejadian  kesakitan seperti heatstroke, frozenbyte, sun-burn  dan  stres.  Kelembaban  dan kecepatan angin  juga  dapat  meningkatkan  populasi. Memperpanjang  umur  dan  memperluas  penyebaran vektor sehingga  berdampak pada penyebarab  penyakit  menular, seperti  malaria, dengueyellow, dan lever. Perubahan iklim juga menyebabkan banjir, tsunami,  tanah longsor,  sehingga  berdampak  pada kurangnya  persediaan air  bersih,  kebutuhan  sanitasi,  kurang  tersedianya pangan yang  cukup  sehingga berdampak  pada gizi yang buruk. Perubahan  iklim juga  berpengaruh  pada  pencemaran  udara yaitu, naiknya  permukaan air  laut dan  mulai  panasnya permukaan  air  laut,  sehingga berkurangnya  pangan  dari  laut karena  seringnya  badai laut,  rusaknya  siklus  panen akibat  kemarau  yang  panjang. Pembukaan  hutan untuk  pertanian juga berdampak pada  perubahan  iklim  karena  hutan  bisa  menyerap gas  rumah  kaca dan  mengubahnya menjadi  O2.

Berdasarkan penelitian, WHO memperkirakan sekitar 150,000 kematian terjadi di negara berpenghasilan rendah tiap tahunnya, dimana 85 persennya adalah anak-anak, akibat dari perubahan iklim terhadap gagal panen dan malnutrisi, diare, malaria dan banjir. Bahaya kesehatan dari perubahan iklim sangat bervariasi, bersifat global dan sulit untuk di takluki, menurut WHO. Perubahan iklim beragam dari meningkatnya bahaya dari kejadian iklim yang ekstrim, efek dari pemanasan global pada penyakit menular dan naiknya permukaan air laut yang mengakibatkan berkurangnya lahan dan sumber air bersih. WHO menekankan bahwa perbaikan terhadap lingkungan dapat mengurangi beban penyakit secara global, dimana sebagian besarnya disebabkan oleh konsumsi energi, sistim transportasi hingga 25 persen. Polusi udara di luar ruangan telah menyebabkan kematian sebesar 800,000 tiap tahunnya di dunia, kecelakaan lalu lintas sekitar 1,2 juta, ketidakmampuan fisik sebesar 1,9 juta dan polusi di dalam ruangan sekitar 1,5 juta, menurut WHO dalam siaran persnya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dari 600.000 orang yang tewas akibat cuaca yang ekstrem di tahun 90an, hampir 95 persen adalah penduduk negara miskin dan berkembang. Banyak korban meninggal karena dampak tidak langsung perubahan iklim. Misalnya, akibat  penyakit Malaria yang mewabah. Cuaca tertentu mendukung penyebaran nyamuk yang membawa parasit penyebab Malaria. Saat ini, penyakit tersebut masih ditemukan antara lain di Afrika, Cina, Asia Tenggara dan Amerika Latin. Guna menekan dampak perubahan iklim terhadap kesehatan, WHO merekomendasikan anggotanya untuk menyusun strategi adaptasi terpadu yang antara lain meliputi peningkatan kapasitas surveilans, penguatan infrastruktur kesehatan, penguatan sistem kesehatan masyarakat serta pembuatan sistem peringatan dini yang dapat mendukung respon cepat terhadap masalah kesehatan.

Publikasi yang dirilis oleh WHO terkait dengan peringatan Hari Kesehatan Dunia 2008 menyebutkan, terdapat perbedaan antara perubahan iklim pada masa lampau dengan yang terjadi dewasa ini. Jika perubahan yang terjadi pada masa lampau berlangsung secara alamiah, yang terjadi akhir-akhir ini lebih banyak disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

Perubahan iklim itu memang mulai terasa. Pertama, naiknya suhu udara sebesar 0,3 derajat celcius sejak tahun 1990 dan naik lagi ke angka tertinggi tahun 1998 yaitu di atas 1 derajat Celcius di atas suhu rata-rata tahun 1961-1990. Kerugian kedua yakni naiknya permukaan air laut. IPCC mencatat telah terjadi kenaikan muka air laut 1-2 meter dalam 100 tahun terakhir dan tahun 2030 permukaan air laut akan bertambah 8-29 cm dari saat ini. Akibat dari hal itu bisa sungguh fatal di mana diperkirakan Indonesia akan kehilangan 2.000 pulau, mundurnya garis pantai yang mengakibatkan luas wilayah Indonesia akan berkurang. Kenaikan muka air laut tidak hanya mengancam pesisir pantai tetapi juga di kawasan perkotaan. Diperkirakan, jika tidak ada tindakan nyata maka tahun 2070, 50 persen dari 2,3 juta penduduk Jakarta Utara tidak lagi memiliki air minum akibat memburuknya kualitas air tanah karena instrusi air laut.

Di Negara Lain

Tidak hanya di negara Indonesia dampak perubahan iklim pun dapat dirasakan juga di negara – negara lain, misalnya saja pada tahun 2003 kawasan Eropa mengalami musim panas yang sangat ekstrem. Dan antara bulan Mei sampai Augustus, suhu udara mencapai rekor 40 derajat Celcius lebih dan di sebagian kota besar Eropa, aspal trotoar sampai mencair, Permukaan air danau dan sungai turun sangat drastis. Setiap hari, media melaporkan kasus kematian karena cuaca yang terlalu panas, di Jerman saja, 7.000 orang diduga tewas karena fenomena cuaca ini dan di seluruh Eropa, jumlah korban tewas akibat cuaca di musim panas tahun 2003 adalah 55.000 orang. Sebagian besar di antaranya warga usia lanjut. Mereka mengalami stroke atau gangguan pada pernafasan. Di kota-kota besar, suhu tinggi menyebabkan udara panas terperangkap dan mengikat zat-zat beracun. Tingkat polusi udara pun naik jauh di atas rata-rata. Profesor Gerd Jendritzky menuturkan musim panas 2003 hanya merupakan satu contoh dampak langsung perubahan iklim pada kesehatan manusia. Contoh lainnya adalah naiknya permukaan air laut dan badai tropis yang mengancam hidup manusia. Selain dampak langsung, pemanasan global juga berdampak tidak langsung pada manusia. Akibat kemarau panjang terjadi kelangkaan air dan pangan. Dampak susulannya adalah peningkatan penyakit infeksi yang tersebar melalui bahan pangan, air dan juga perantara lainnya seperti serangga. Menurut Profesor Gerd Jendritzky, dampak perubahan iklim akan dirasakan di seluruh kawasan dunia. Hanya saja, bentuknya berbeda-beda. Kenaikkan suhu udara rata-rata misalnya lebih dirasakan di kawasan dekat kutub. Kawasan tropis dan subtropis, yaitu daerah dekat Khatulistiwa, mengalami peningkatan kelembaban udara.

Akan tetapi semua peristiwa itu bukan semata – mata diakibatkan oleh fenomena perubahan iklim, tetapi kita juga ikut berperan didalamnya. Maka dari itu demi  kesehatan  kita,  mari  kita  hijaukan lingkungan  kita  dengan  pepohonan,  hentikan  pembakaran hutan,  hindari  gigitan  nyamuk dan berantas  sarangnya.

Sumber :

www.dw-world.de/dw/article/0,,3511896,00.html

www.unic-jakarta.org/Bahaya%20kesehatan%20menuntut%20tindakan%20lebih

http://www.kapanlagi.comBERITAPernik

www.kabarindonesia.com/perubahan iklim berpengaruh pada kesehatan….

iklim.dirgantara-lapan.or.id/

www.elitha-eri.net/…./malaria masih mengancam….

www.suarapembaruan.com/…/Sorotan/sorot01.htm

Desember 27, 2009 - Posted by | Uncategorized

22 Komentar »

  1. Hai Met..,
    mau nanya neh…

    Salah satu dampak parah dari Perubahan iklim pada kesehatan kan mengakibatkan kematian. Selain itu juga mengakibatkan spesies baru, bagaimana bisa ?

    Komentar oleh cheatonunpad | Desember 30, 2009 | Balas

    • munkin bukan spesies baru tapi meningkatkan populasi, yaitu karena adanya Kelembaban dan kecepatan angin

      Komentar oleh meitha15 | Januari 6, 2010 | Balas

  2. apa emang erat bgt ya akibat pemanasan global kesehatan masyakarakat menjadi buruk???

    bukankah klo negara berkembang dan negara miskin memang kualitas kesehatannya masih kurang….

    Komentar oleh prince60 | Januari 1, 2010 | Balas

    • emang sic kesehatan dinegara berkembang dan negara miskin masih sangat kurang akan tetapi itu semua juga gak lepas dari perubahan iklim, karena disini kita dapat baca sendiri kalo perubahan iklim bisa mengakibatkan meningkatnya bahaya dari kejadian iklim yang ekstrim, efek dari pemanasan global pada penyakit menular dan naiknya permukaan air laut yang mengakibatkan berkurangnya lahan dan, Perubahan iklim juga menyebabkan banjir, tsunami, tanah longsor, sehingga berdampak pada kurangnya persediaan air bersih, kebutuhan sanitasi, kurang tersedianya pangan yang cukup sehingga berdampak pada gizi yang buruk.
      dan dari hal – hal diatas kita dapat menarik sebuah kesimpulan kalau perubahan iklim memiliki hubungan yang sangat erat dengan kesehatan masyarakan yang semakin berkurang, baik di negara berkembang maupun miskin.

      Komentar oleh meitha15 | Januari 2, 2010 | Balas

  3. met mau nanya neh…
    jadi kalo iklim lagi berubah gini kita harus apa untuk kesehatan?
    haa

    ^^

    thx fren.

    Komentar oleh bily2 | Januari 2, 2010 | Balas

    • ya kita harus bisa jaga diri kita supaya tidak terkena penyakit yang membahayakan dan kita juga harus menjaga lingkungan kita, supaya tetap bersih dan sehat,,,,,,

      Komentar oleh meitha15 | Januari 4, 2010 | Balas

  4. metooooongg
    mau nanya deh
    menurut metong gimana sih cara kita ngatasin dampak perubahan iklim terhadap kesehatan kitaa biar tetep berstaminaa ?
    hhe
    thank you😉

    Komentar oleh tanty | Januari 3, 2010 | Balas

    • kita harus bisa jaga kesehatan badan kita tan dari segala macam penyakit yang disebabkan oleh perubahan kita dan menjaga lingkungan yang ada disekitar kita.

      Komentar oleh meitha15 | Januari 4, 2010 | Balas

  5. metoong.. bagus artikelnya..
    pengen tanya.
    apakah dengan perubahan iklim ini mempunyai dampak positif bagi kesehatan kita?jelaskan ya..
    trus apakah ada penyakit yg langsung mengakibatkan kematian secara langsung akibat perubahan iklim ini?
    makasiih..
    comment blog gw yah..
    makasih coy.. :))

    Komentar oleh mellanieamelia | Januari 4, 2010 | Balas

    • kalo yang gw tau mel, sebagian besar perubahan iklim lebih banyak yang berdampak negativ pada kesehatan kita gw belum nemuain dampak positif dari perubahan iklim pada kesehatan kita.
      contoh penyakit yang lamhsung menyebabkan kematian akibat perubahan iklim, misalnya malaria, dengueyellow, dan lever.

      Komentar oleh meitha15 | Januari 4, 2010 | Balas

  6. Syarat UAS Meteorologi
    1. Deadline pengumpulan adalah tanggal 5 January 2010,
    2. Isi diprint dan dikumpul pada tanggal 7 January 2010, ke bu lintang atau pak Noa,
    3. Pertanyaan (komentar) dan jawaban diprint di lembar terpisah,
    4. Link diprint dalam lembar terpisah,
    1. Pembangunan blog
    a. Pembangunan awal blog 30%
    b. Isi 40%
    2. Link 5%
    a. Komentar 5%
    b. Sustansi 10%
    c. Jawaban pertanyaan 10%

    Komentar oleh noaa | Januari 4, 2010 | Balas

  7. assalmualaikum

    what an awesome writing !!!

    menurut anda dengan mengungkapkan fakta – fakta yang terjadi akibat adanya perubahan iklim tersebut mengapa perubahan iklim bisa berdampak pula pada turunya tingkat fertilitas pada manusia ??

    terimakasih ,,,,,

    Komentar oleh umenk | Januari 4, 2010 | Balas

    • karena manusia banyak yang terjangkit oleh penyakit menular dan kekurangan sumber makanan yang bergizi.

      Komentar oleh meitha15 | Januari 6, 2010 | Balas

  8. jika perubahan iklim sangat mempengaruhi kesehatan manusia,,dan berbuntut kematian, maka apa yang akan terjadi setelah 50 tahun kedepan dengan kondisi seperti ini????

    Komentar oleh febrian08 | Januari 5, 2010 | Balas

    • kita gak akn bisa tau dengan apa yang akan terjadi 50 tahun kedepan karena dampak dari perubahan iklim itu,
      akan tetapi jika dilihat dari akibat2nya mungkin bumi ini akan hancur dan tingkat kematian akan bertambah.

      Komentar oleh meitha15 | Januari 6, 2010 | Balas

  9. anaeh banget blognya…mana pertanyaan dari anak anak yang laen?

    koq cuma jawabannya aja?

    perubahaan iklim untuk kesehatan ikan gimana?

    makasih…

    Komentar oleh dhabud55 | Januari 5, 2010 | Balas

    • kalo kesehatan pada ikan saya belum baca dan belum mencari infonya,,,, disini saya baru membahas tentang kesehatan pada masyarakat,,,,

      Komentar oleh meitha15 | Januari 5, 2010 | Balas

  10. helloowww . . .
    numpang tanya dunkk👿

    anda sebagai mahasiswi Ilmu Kelautan,
    langkah apa yang bisa anda lakukan dalam hal real untuk menanggulangi perubahan iklim di Indonesia Khususnya???

    ;–) trimss . .

    Komentar oleh accentarigan | Januari 5, 2010 | Balas

    • munkin lebih bisa menjaga lingkungan khususnya dilaut, jangan sampai bumi kita ini rusak karena perubahan iklim.

      Komentar oleh meitha15 | Januari 6, 2010 | Balas

  11. metameti
    mau nanya,,
    apa dampak dari penipisan lapisan ozon untuk tubuh kita???
    makasih

    Komentar oleh ulincool | Januari 5, 2010 | Balas

    • dampak dari penipisan lapisan ozon terhadap tubuh kita yaitu, gangguan terhadap kesehatan, seperti kanker kulit, katarak, dan penurunan daya tahan tubuh, dan bahkan terjadinya mutasi genetik.

      Menipisnya lapian ozon juga mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan dan keterbatasan sumber air bersih.

      Komentar oleh meitha15 | Januari 6, 2010 | Balas

  12. blogwalking🙂 salam

    Komentar oleh bolehtips | Februari 3, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: