Meitha15's Blog

Just another WordPress.com weblog

Analisis Kondisi Ekosistem Mangrove di Indramayu, Jawa barat

OLEH :

Meta Seftiany ( 230210080017 )

Mellanie Amelia ( 230210080052 )

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Pegram Study Kelautan ( UNPAD )

Kabupaten Indramayu terletak pada 107o52’-108o36’ BT dan 6o15’-6o40’ LS. Sedangkan berdasarkan topografinya sebagian besar merupakan dataran atau daerah landai dengan kemiringan tanah 0-2%. Kabupaten Indramayu terletak di pesisir utara Pulau Jawa, dengan panjang garis pantai 114,1 Km terdiri dari :

Panjang pantai berpasir : 64,68 Km

Panjang pantai berlumpur : 44,91 Km dengan kedalaman

lumpur bervariasi antara 10-70 cm

Lebar muara : 4,51 Km

Sedangkan Luas Hutan Rakyat 15.553.28 Ha, Hutan Mangrove diluar kawasan hutan lindung seluas 4.370 Ha, Perkebunan Rakyat 8.808.71 Ha, PT. RNI 6.357.20 Ha.

Sebaran hutan mangrove di indramayu

Hutan mangrove di indramayu terbagi menjadi 2 (dua) yaitu hutan mangrove di dalam kawasan hutan (hutan lindung) yang tersebar di 10 Desa yaitu Desa Parean Girang Kecamatan Kandanghaur, Desa Cemara Kecamatan Losarang, Desa Cangkring dan Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi, Desa babadan Kecamatan Sindang dan Desa Karanganyar, Pasekan, Pagirikan, Totoran dan Pabeab Ilir Kecamatan Pasekan, sedangkan hutan Mangrove di luar kawasan hutan tersebar di 22 Desa diantaranya yaitu Ujung Gebang Kecamatan Sukra, Desa ilir, Bulak dan Parean Girang Kecamatan Kandanghaur, Desa Cemara Kecamatan Losarang, Desa Cangkring dan Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi, Desa Brondong, Karanganyar, Totoran dan Pabeab Ilir Kecamatan Pasekan, Desa Pabean Udik, Karangsong dan Singaraja Kecamatan Indramayu, Desa Benda Kecamatan Karangampel, Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat, Desa Tanjakan, Kalianyar, Luwung Gesik, Krangkeng dan Singakerta Kecamatan Krangkeng.

Rantai makanan ekosistem mangrove :

Rantai makanan terbagi 3 yaitu rantai pemangsa, rantai parasit dan rantai saprofit.

Rantai Pemangsa Rantai pemangsa adalah landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivore sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivore sebagai konsumen ke 2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.

2. Rantai Parasit Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh cacing, bakteri dan benalu.

3. Rantai Saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai.Misalnya jamur dan bakteri.

Rantai tersebut tidak berdiri sendiri akan tetapi saling berkaitan satu dengan yang lainnya sehingga membentuk faring-faring makanan. Sedangkan secara umum di perairan, terdapat 2 tipe rantai makanan:

1. Rantai Makanan Langsung. Rantai makanan langsung adalah peristiwa makan memakan mulai dari tingkatan trofik terendah yaitu fitoplankton sampai ke tingkatan trofik tertinggi yaitu ikan karnivora berukuran besar, mamalia, burung dan reptil . Hal ini dapat dilihat pada ilustrasi berikut :

Gambar 1. Diagram ilustrasi penyebaran fauna di habitat ekosistem mangrove

Spesies yang terdapat dalam ekosistem mangrove, utamanya konsumer trofik tertinggi, kebanyakan adalah ikan pengunjung pada periode tertentu atau musim tertentu beberapa jenis ikan komersial mempunyai kaitan dengan mangrove seperti bandeng dan belanak. ikan yang terdapat dalam ekosistem mangrove pada 4 (empat) tipe ikan, yaitu :

a. Ikan penetap sejati, yaitu ikan yang seluruh siklus hidupnya dijalankan di daerah hutan mangrove seperti ikan Gelodok (Periopthalmus sp).

b. Ikan penetap sementara, yaitu ikan yang berasosiasi dengan hutan mangrove selama periode anakan, tetapi pada saat dewasa cenderung menggerombol di sepanjang pantai yang berdekatan dengan hutan mangrove, seperti ikan belanak (Mugilidae), ikan Kuweh (Carangidae), dan ikan Kapasan, Lontong (Gerreidae).

c. Ikan pengunjung pada periode pasang, yaitu ikan yang berkunjung ke hutan mangrove pada saat air pasang untuk mencari makan, contohnya ikan Kekemek, Gelama, Krot (Scianidae), ikan Barakuda / Alu-alu, Tancak (Sphyraenidae), dan ikan-ikan dari familia Exocietidae serta Carangidae.

d. Ikan pengunjung musiman. Ikan-ikan yang termasuk dalam kelompok ini menggunakan hutan mangrove sebagai tempat asuhan atau untuk memijah serta tempat perlindungan musiman dari predator.

Produsen  : mangrove

Konsumen I : protozoa

Konsumen II: ikan kecil,udang,ikan besar,lobster

Konsumen III : manusia,burung bangau

2. Rantai Makanan Detritus. Pada ekosistem mangrove, rantai makanan yang terjadi adalah rantai makanan detritus. Sumber utama detritus adalah hasil penguraian guguran daun mangrove yang jatuh ke perairan oleh bakteri dan fungi.

Hubungan Saling Bergantung antara Berbagai Komponen (Rantai Makanan)

Rantai makanan detritus dimulai dari proses penghancuran luruhan dan ranting mangrove oleh bakteri dan fungi (detritivor) menghasilkan detritus. Hancuran bahan organik (detritus) ini kemudian menjadi bahan makanan penting (nutrien) bagi cacing, crustacea, moluska,bakteri dan fungi tadi dimakan oleh sebagian protozoa dan avertebrata. Kemudian protozoa dan avertebrata dimakan oleh karnivor sedang, yang selanjutnya dimakan oleh karnivor tingkat tinggi.


Transformasi energi

Transformasi Energi Karena terjadi proses makan memakan, maka di dalam rantai makanan juga terjadi pengalihan energi, yang berasal dari satu organisme yang dimakan, ke organisme pemakan. Sumber asal energi dalam rantai makanan adalah matahari. Kimball (1987) menyatakan tumbuhan hijau menghasilkan molekul bahan bakar lewat proses fotosintesis hanya dengan menangkap energi matahari untuk sintesis molekul-molekul organik kaya energi dari prekursor H2O dan CO2.dan udara. Proses fotosintesis CO2 + H2O ———-> (CH2O) + O2 Di dalam ekosistem mangrove yang juga termasuk kategori tumbuhan adalah tanaman mangrove itu sendiri dan fitoplankton. Selanjutnya secara berantai tumbuhan itu dimakan oleh organisme tingkatan trofik yang lebih tinggi, yang secara tidak langsung terjadi poses pengalihan energi didalamnya.

Alur materi ekosistem mangrove

mangrove memperoleh makanan atau unsur hara(materi anorganik) berupa anorganik di dalam tanah kemudian tumbuh dan daun nya berguguran kemudian diuraikankan oleh detritus(materi organik) berupa bakteri dan fungi kemudian dimakan oleh ikan kecil,ikan besar dan oleh manusia.

Materi anorganik berupa unsur hara yang terdiri dari kandungan nitrogen,fosfor,dll. Materi organik seperti fungi,bakteri,ikan,udang dan fauna lain nya yang hidup di mangrove.

Beberapa masalah yang timbul di wilayah ekosistem mangrove di indramayu :

  1. Hutan mangrove di Indramayu dijadikan tambak, terutama tambak udang windu. Dan pohon mangrove dianggap sebagai penghalang sehingga ditebangi. Penebangan itu selain menyisakan kegundulan pesisir pantai juga menyingkirkan habitat satwa yang berlindung dalam hutan mangrove tersebut.
  2. Pencurian kayu, serta kebocoran minyak mentah dari tanker milik Pertamina yang mencemari laut Indramayu telah mengikis luas tanaman mangrove yang sudah ada.
  3. Perilaku nelayan pinggiran yang melakukan penangkapan ikan dengan jaring seret terkadang mencabut mangrove-mangrove yang masih muda.

Permasalahan 1.

penabangan hutan mangrove

Akibat penabangan hutan mangrove dan lahan mangrove dijadikan tambak oleh masyarakat sehingga rantai makanan dari ekosistem mangrove pun berubah yang semula detritus memakan daun-daun yang berguguran,sekarang mati dan ikan-ikan memperoleh pakan bukan secara alami.bisa melalui orang-orang yang membuat tambak

tersebut.

sehingga rantai makanan nya akan menjadi:

detritus(semakin berkurang) à

ikan kecil àikan besar(tambak)àpanen

pakan ekternal dari manusia à

alur materi juga akan berubah pada kondisi mangrove ditebang dan dijadikan tambak.karena produsen utama telah habis sehingga daur materi nya akan berubah.

Ikan akan memperoleh makanan dari bakteri atau fungi yang ada,dan perlahan fungi dan bakteri akan berkurang karena daun dari mangrove tidak ada yang berguguran lagi.

Permasalahan 2.

Pencurian kayu, serta kebocoran minyak mentah dari tanker milik Pertamina yang mencemari laut Indramayu telah mengikis luas tanaman mangrove yang sudah ada.keadaan ini menyebabkan rantai makanan pada ekosistem mangrove pun akan terganggu,karena ikan-ikan akan punah oleh zat-zat kimia yang berbahaya akibat minyak mentah tersebut.

Akibat kebocoran ini juga,zat-zat kimia yang terdapat pada mintak mentah dalam jangka panjang akan mengendap. mangrove akan mengambil zat-zat kimia tersebut dan akan memnyebabkan kematian.

Permasalahan 3

Perilaku nelayan pinggiran yang melakukan penangkapan ikan dengan jaring seret terkadang mencabut mangrove-mangrove yang masih muda,karena mendahulukan kepentingan pribadi sehingga mangrove yang baru tumbuh menjadi mati kembali karena terseret jaring.sehingga rantai makanan ekosistem,materi dan energi ekosistem mangrove dalam jangka waktu tertentu akan mengalami kepunahan.

Beberapa Jenis mangrove yang hidup di indramayu :

Beberapa jenis fauna yang hidup di mangrove indramayu :

Sumber :

http://hutbunindramayu.blogspot.com/2009/12/persiapan-kabupaten-indramayu-dalam.html

http:// katalog.pdii.lipi.go.id

http://www.scribd.com/doc/21375964/Rantai-Makanan-Mangrove

http://novrizalchandra.multiply.com/journal/item/5

http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan_bakau

http://fpik.unpad.ac.id/archives/515

http://iklanbarisgratis.info/search/sekilas+tentang+mangrove

http://www.dephut.go.id/index.php?q=id/node/4614

About these ads

Maret 31, 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: